Pertemuan Ke-9
Desain dan Notasi Dialog
Dalam konteks Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), desain dan notasi dialog digunakan untuk merancang dan menyusun antarmuka pengguna yang berbasis dialog, seperti asisten virtual, chatbot, atau sistem interaksi suara. Desain dialog berfokus pada bagaimana pesan-pesan ditampilkan dan diorganisir dalam suatu interaksi dengan pengguna, sementara notasi dialog adalah cara untuk merepresentasikan pola interaksi antara pengguna dan sistem.
Berikut adalah beberapa panduan umum dalam desain dan notasi dialog dalam IMK:
1.Perencanaan Struktur Dialog:
*Identifikasi skenario dan tujuan dialog: Tentukan kejadian atau tugas yang akan diselesaikan oleh pengguna melalui interaksi ini.
*Identifikasi peran peserta: Siapa yang akan berinteraksi dengan sistem? Pengguna, sistem, atau mungkin pihak ketiga (contohnya, dalam sebuah tiga pihak pemesanan makanan, mungkin ada pengguna, sistem, dan pihak restoran).
*Tentukan aliran utama: Rencanakan langkah-langkah dan perintah apa yang mungkin diberikan oleh pengguna dan sistem untuk mencapai tujuan.
2.Desain Pesan:
*Pastikan pesan informatif dan jelas: Hindari pesan ambigu dan pastikan instruksi atau tanggapan yang diberikan mudah dipahami oleh pengguna.
*Gunakan bahasa yang sesuai dengan target pengguna: Sesuaikan bahasa dengan audiens yang dituju, hindari penggunaan jargon yang tidak dikenal.
*Pertimbangkan emosi dan gaya komunikasi: Sesuaikan tingkat kesopanan dan gaya dialog sesuai dengan karakter sistem (misalnya, apakah sistem harus formal atau santai?).
3.Notasi Dialog:
*Ada beberapa notasi yang umum digunakan, salah satunya adalah "Diagram Notasi Dialog" berbasis pohon, di mana langkah-langkah interaksi ditampilkan dalam bentuk cabang pohon.
*Notasi lainnya adalah tabel interaksi, yang menggambarkan langkah-langkah dialog dalam bentuk tabel dengan kolom untuk aksi pengguna, aksi sistem, dan tanggapan sistem.
*Gunakan anotasi atau simbol khusus untuk menggambarkan kondisi atau perulangan, seperti pengulangan tindakan atau percabangan dalam dialog.
4.Evaluasi dan Pengujian:
*Lakukan evaluasi desain dialog dengan pengguna atau tim yang mewakili pengguna. Catat masukan dan saran untuk perbaikan.
*Uji prototipe interaksi dengan pengguna nyata untuk mengidentifikasi masalah atau hambatan dalam alur dialog.
5.Iterasi dan Perbaikan:
*Gunakan umpan balik dari evaluasi dan pengujian untuk mengembangkan dan meningkatkan desain dialog.
*Lakukan iterasi untuk memastikan dialog semakin baik dan efektif.
Dalam menyusun notasi dialog, pastikan agar semua langkah yang relevan diwakili dan tidak ada ambiguitas dalam interaksi. Desain dan notasi dialog yang baik akan membantu menciptakan pengalaman interaksi yang lebih nyaman dan efisien bagi pengguna.
Komentar
Posting Komentar